Akun Sosmed Appi Jadi Bulan-bulanan Netizen Tolak PSEL

PENULIS: ANDI ALFATH
Media sosial Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, terpantau Sabtu (16/8/2025) hari ini ramai dibanjiri komentar warganet soal rencana pembangunan Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) di Kota Makassar.
Selain karena begitu dekat dengan pemukiman, proyek strategis nasional yang rencananya dibangun di Kelurahan Bira, Kecamatan Tamalanrea ini, dinilao oleh warganet akan membahayakan kesehatan dan lingkungan.
Pantauan Makkunrai.com menunjukkan, komentar penolakan ini tak ditanggapi Appi, sapaan karib wali kota. Dari sekian banyak komentar yang masuk menanggapi postingan orang nomor satu di Makassar itu, justru yang lebih sering membalas adalah komentar dukungan dan pujian.
Appi memilih geming atau mengabaikan jika soal PLTSA atau PSEL.
Ramainya akun media sosial Appi tak hanya dari satu platform. Dari laman Facebook Appi, seorang warga dengan akun dad* menulis agar lokasi proyek dikembalikan ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Antang, bukan di dekat pemukiman.
“Tolak lokasi PLTSa di Kelurahan Bira, Tamalate. Kembalikan ke TPA Antang,” tulisnya.
Kekhawatiran serupa datang dari akun jhi* yang mengaku resah karena lokasi pembangunan sangat dekat dengan sekolah.
“Kami sangat khawatir dengan dampak negatif yang akan ditimbulkan dari segi kesehatan maupun lingkungan. Semoga Bapak (Wali Kota) bisa meninjau kembali rencana tersebut,” tulisnya.
Sementara di TikTok, akun yus* menegaskan penolakannya: “Tolak pembangunan PLTSa di Tamalanrea.” Begitu pula adr** yang menulis, “Kami menolak dengan keras pembangunan PLTSa di wilayah kami.”
Bahkan warga perumahan elit Tallasa City ikut bersuara di Instagram.
“Kami warga Tallasa City menolak pembangunan PLTSa di dekat lingkungan kami,” tulis akun agu**.
Namun meski derasnya penolakan melalui komentar warganet, akun resmi Appi lebih memilih merespons komentar-komentar positif. Seperti pada unggahannya saat menghadiri penerimaan mahasiswa baru Universitas Hasanuddin, Appi justru tampak membalas pujian, bukan kritik.
Gelombang Penolakan Terus Berlanjut, Warga Temui Pihak SMA 6 Makassar
Gelombang penolakan warga tak hanya di media sosial saja. Sebelumnya Pada Jumat, 15 Agustus 2025, sejumlah warga dari Kelurahan Bira mendatangi SMA Negeri 6 Makassar.
Mereka ingin meluruskan kabar bahwa pihak sekolah dianggap mendukung PT SUS, perusahaan pemenang tender PLTSa. Ketua RW 05 Kampung Mulabaru, Haji Akbar Adhy, menegaskan pihak sekolah sejak awal tegas menolak.
“Kami datang hanya untuk membenarkan bahwa SMA 6 sudah solid menolak. Jangan sampai ada salah paham,” ujarnya kepada Makkunrai.com (16/8/2025).
Menurut Haji Akbar, dugaan salah tafsir sempat muncul karena pernyataan humas sekolah yang merespons baik kehadiran proyek ini.
“Namun, dalam pertemuan dengan pihak sekolah, itu semuanya sudah diluruskan,” ujar Akbar.
Aksi Penolakan Lanjut di Hari Kemerdekaan
Penolakan warga juga dipastikan berlanjut. Pada 17 Agustus 2025, bertepatan dengan Hari Kemerdekaan RI, warga Tamalanrea menggelar aksi jalan sehat kolektif di Mulabaru.
Dalam flyer yang diunggah akun Instagram @gerampltsa, aksi dijadwalkan berlangsung pukul 07.30 WITA.
“Meriahkan kemerdekaanmu dengan melawan segala bentuk yang meracuni, merampas, dan merusak kehidupan!” tulis seruan aksi tersebut.
Gelombang penolakan yang makin meluas ini menunjukkan betapa kuatnya keresahan warga. Namun, di tengah derasnya kritik, Wali Kota Makassar masih terlihat lebih memilih menanggapi pujian ketimbang kegelisahan warganya.

