
Makkunrai.com, MAKASSAR – Eks Aktris kondang Peggy Melati Sukma yang kini mendedikasikan hidupnya di jalan dakwah, dan mengubah nama menjadi Khadijah Peggy Melati Sukma, hadir menyapa ratusan muslimah Makassar dalam rangkaian Safari Dakwah di Masjid Nurul Istiqamah, BTP, Ahad (18/1/2026).
Ustadzah Peggy atau Ustadzah Khadijah, demikian Ia disapa, hadir berbagi pengalaman pribadinya bagaimana Ia bisa bangkit dan sembuh dari luka batin di masa lampau saat Ia sedang sangat terpuruk dan jatuh, Dengan tema “Mengobati Luka, Membersihkan Jiwa, Mengingat Allah”, mantan aktris papan atas ini mengajak para jemaah untuk menata kembali kesehatan mental melalui pendekatan iman.
Bagi perempuan, luka batin seringkali menjadi beban yang disimpan rapat. Namun, di hadapan jamaah yang memadati masjid, Ustadzah Khadijah menekankan bahwa luka bukan untuk dilupakan atau diabaikan.
“Tapi Luka itu untuk diobati. Jika luka fisik saja harus dibersihkan agar tidak infeksi, apalagi jiwa. Ruh adalah penggerak jasad, maka ruhlah yang paling utama untuk disucikan,” tutur perempuan yang telah berhijrah sejak 2013 ini.
Untuk memulihkan jiwa, Peggy yang hadir dengan busana serba hitam dan burda tersebut membagi pengalamannya yang berangkat dari Surah Adz-Dzariyat ayat 56 dan Surah Yunus ayat 57.
“Kita harus ingat Allah menciptakan kita untuk ibadah dan Allah telah mengirimkan Al-Qur’an sebagai obat bagi manusia, termasuk obat bagi jiwa. Namun, obat ini hanya akan bekerja jika kita melakukan tiga hal: Mengerti, Mengkaji, dan Mengamalkan Alquran. Jangan hanya membacanya tanpa pemahaman, karena di dalamnya terdapat petunjuk (hudan) atau pedoman hidup,” ujarnya.
Menghapus Luka dengan Ilmu dan Iman
Peggy juga menekankan, bahwa ujian hidup dalam Al-Qur’an, tidak hanya dalam bentuk kesusahan, namun kesenangan juga adalah ujian.
“Ujian dan akan terus berulang hingga wafat. Sehingga, kuncinya adalah menerima bahwa semua takdir berasal dari Allah, dan selalu berprasangka baik pada Allah.,” katanya.
Ia menjelaskan, menghapus luka dan sembuh dari luka hanya bisa dilakukan dengan ilmu dan iman.
“Sunnah tertinggi Nabi adalah ilmu. Belajar dari para Nabi, tidak ada satu pun dari mereka yang mencerca takdir Allah meski menghadapi cacian dan pengkhianatan. Mereka yakin pada janji Allah, ada iman dan keyakinan pada Rabb, sehingga tidak ada lagi rasa takut dan sedih yang berlebihan,” ujarnya,
Dalam tausiyahnya, Peggy yang kini menetap di negeri New Zealand tersebut berpesan bahwa setiap muslimah yang hadir dalam safari dakwahnya saar ini, pasti sedang menghadapi ujian, bagaiman pun bentuknya, sebab hakikat hidup adalah ujian.
“Namun, jangan berlama-lama terjebak dalam kesedihan atas takdir yang dialami. Cukup kembali kepada Allah, bangun iman dan taqwa. Urusanmu, biarlah Allah yang membereskannya. Dan, ingat tolonglah dirimu sendiri terlebih dahulu dengan cara kembali ke jalan-Nya, kemudian baru berniat menolong orang lain,” ujarnya.
Aksi Nyata Lewat Khadijatee Foundation
Adapun safari dakwah mantan aktris kondang ini, digelar atas kerja sama Majelis Taklim Nurul Istiqomah dan Project Dakwah. Selain safari dakwah, kegiatan yang menghadirkan jemaah khusus perempuan ini juga memperkenalkan Khadijatee Foundation sebagai gerakan kemanusiaan yang telah rutin menyalurkan infaq dan sedekah dalam bentuk bantuan kemanusiaan yang telah membawa berbagai misi dakwah di sekitar 21 negara di seluruh dunia, termasuk di 60 daerah di Indonesia.
PENULIS: RASDIYANAH

